Tribun One.com, Kutai Barat – Ratusan warga menghadiri kegiatan sosialisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SIJAKA (Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan) Kabupaten Kutai Barat yang digelar di Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kamis (1/1/2026).
Melalui Bidang Informatika dan Telekomunikasi, Suliyo menjelaskan bahwa SIJAKA merupakan organisasi paguyuban yang berfungsi sebagai wadah pemersatu masyarakat keturunan Jawa di Kalimantan. Selain memperkuat ikatan persaudaraan, SIJAKA juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta berkomitmen mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di bawah kepemimpinan Bupati Frederick Edwin.
“SIJAKA hadir sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman. Kami berkomitmen menjaga silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah demi terwujudnya Kutai Barat yang adil, aman, dan sejahtera,” ujar Suliyo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, SIJAKA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas sosial serta mengawal pelaksanaan pembangunan agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui penguatan persaudaraan warga, kontribusi sosial yang berkelanjutan, simbol harmoni dalam keberagaman, serta dukungan terhadap agenda pembangunan daerah dan nasional, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Suliyo juga menyampaikan bahwa keberadaan SIJAKA mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi SIJAKA untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
“Dukungan pemerintah menjadi penyemangat bagi kami untuk tetap sejalan dengan visi dan kebijakan Bupati Kutai Barat, khususnya dalam percepatan pembangunan dan menjaga stabilitas sosial,” tambahnya.

Untuk masa bakti 2026–2030, kepengurusan DPD SIJAKA Kutai Barat dipimpin oleh Eric Yudianto sebagai Ketua, Bambang sebagai Sekretaris, dan Erna Yulianti sebagai Bendahara.
Dalam sesi dialog bersama warga, SIJAKA turut menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak parah pada ruas Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok hingga Kecamatan Sekolaq Darat. Kerusakan tersebut diduga disebabkan oleh aktivitas truk pengangkut CPO dari sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami memahami keterbatasan pemerintah daerah. Namun persoalan ini perlu segera dicarikan solusi bersama. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati Kutai Barat, Polres, serta instansi terkait agar penanganannya tegas dan berkeadilan demi keselamatan masyarakat,” tegas Suliyo.
Sementara itu, Penasehat SIJAKA Kutai Barat, Sony, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami yakin pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi warga. Karena itu, kami berharap persoalan jalan rusak ini segera mendapat perhatian demi pemerataan pembangunan di Kutai Barat,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Suliyo menegaskan bahwa SIJAKA bukan organisasi politik, melainkan organisasi kemasyarakatan yang siap bersinergi dengan pemerintah daerah.
“SIJAKA siap mendukung kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat demi masa depan daerah yang lebih baik, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Reporter: Rb












