Camping Edukasi Mahasiswa KKN STIPAR di Tambora Berujung Duka, 1 Pelajar SMA Tewas – 8 Orang Serahkan Diri ke Polisi

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunone.com, Bima, NTB – Tragedi memilukan terjadi dalam kegiatan camping edukasi yang digelar Mahasiswa KKN Tematik Angkatan V Kampus STIPAR Soromandi Bima di Savana Dorombolo, Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang pelajar kelas XII SMAN 3 Pekat, Dompu, bernama Dafa Prabowo, meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke jurang di sekitar lokasi kegiatan.

Hingga hampir dua pekan pascakejadian, kasus kematian korban masih menyisakan tanda tanya besar. Delapan orang yang disebut-sebut sebagai bagian dari rangkaian peristiwa tersebut telah menyerahkan diri ke Polsek Sanggar dan kini dalam penanganan Polres Bima.

Kronologi Kegiatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan bertajuk “Membangun Generasi Cinta Alam dan Sadar Wisata” itu digelar pada 14–15 Februari 2026, berdasarkan surat undangan resmi bernomor 03/PAN-PEL KKN/STPS/II/2026 yang dikeluarkan panitia Mahasiswa KKN Tematik Angkatan V STIPAR Soromandi Bima.

Dalam undangan tersebut, panitia mengajak masyarakat dan pelajar untuk menghadiri kegiatan camping edukasi di Savana Dorombolo, Desa Oi Panihi, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Namun suasana kegiatan dilaporkan sempat ricuh. Berdasarkan keterangan keluarga, keributan terjadi hingga tiga kali sebelum korban akhirnya ditemukan jatuh ke jurang. Korban dievakuasi oleh seorang konten kreator yang juga menjadi pemateri kegiatan.

Keluarga Minta Polda NTB Ambil Alih

Ayah korban, Aryadin, warga Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut tanpa tebang pilih.

“Kami meminta agar kasus ini ditangani secara profesional dan adil. Jangan hanya delapan orang yang menyerahkan diri dijadikan fokus, sementara panitia penyelenggara belum diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya dengan suara bergetar.

Keluarga juga mendesak agar Polda NTB mengambil alih penanganan perkara apabila dinilai proses hukum berjalan lamban. Menurut mereka, jika memang terdapat unsur pidana, maka seluruh pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Keterangan Polisi

Kasatreskrim Polres Bima, AKP Abdul Malik SH, saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara para saksi, korban diduga panik akibat keributan di lokasi.

“Dari keterangan teman-temannya, korban panik dan melarikan diri hingga terjatuh ke jurang. Tidak ada yang mengejar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana. Dari delapan orang yang menyerahkan diri, satu di antaranya diduga membawa senjata tajam dan dapat dijerat Undang-Undang Darurat.

“Terkait kemungkinan pidana bagi tujuh lainnya masih kami dalami. Untuk panitia pelaksana kegiatan juga akan kami panggil guna dimintai keterangan,” tegasnya.

Soal Izin Kegiatan

Sementara itu, Kapolsek Tambora, Suhandak, menyampaikan bahwa pihaknya hanya menerima surat pemberitahuan undangan kegiatan, bukan permohonan izin resmi pengamanan acara.

“Setahu saya hanya ada surat pemberitahuan undangan. Kami perintahkan Bhabinkamtibmas dan anggota piket untuk memonitor. Sekitar pukul 11.30 WITA anggota kembali ke Polsek. Setelah itu ada laporan perkelahian dan anggota langsung kembali ke lokasi,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah panitia mengajukan izin keramaian secara resmi, Kapolsek menjawab singkat, “Iya, hanya pemberitahuan.”

Masih Misteri

Kematian Dafa Prabowo masih menjadi misteri. Berkas laporan dan rangkaian peristiwa kini berada di Polres Bima untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum mampu mengungkap motif sebenarnya di balik keributan yang berujung maut tersebut.

“Kasus ini jangan dianggap sepele. Tegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu,” ujar Aryadin, ayah korban, sembari berharap keadilan bagi anaknya.

Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan dan kemungkinan penetapan tersangka tambahan masih dinantikan publik. (ARY)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Kapolres Kubar Gelar Safari Subuh di Masjid Al-Muttaqin Melak
Agus Fransisco Pimpin DPC LPADKT Kutai Barat, Fokus Perjuangkan Bantuan Hukum bagi Masyarakat
DPUPR Kutai Barat Luruskan Isu Anggaran Pembangunan Sarana Polres: Bukan Uang Tunai, Melainkan Aset Daerah
Perkara Warga Kampung Penawang Berlanjut, Kuasa Hukum Soroti Upaya Damai dan Hak Masyarakat Adat
Tak Terbukti Sengaja Kuasai Senjata Api Rakitan, Tim Advokat: Terimakasih Majelis Hakim, Jonli Divonis Bebas Pengadilan Negeri Kutai Barat
Polres Kutai Barat dan Insan Pers Perkuat Sinergi, Kapolres Haris Kurniawan Dapat Ucapan HUT ke-41
Nando Kampung Muhur Lolos Kubar Combat Championship 2026, Siap Buktikan Mental Petarung di Arena Profesional
Dugaan Pencemaran CPO PT Kruing di Sungai Mahakam: Ikan Keramba Mati Mendadak DLH Tunggu Uji Lab Samarinda
Berita ini 161 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:52

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Kapolres Kubar Gelar Safari Subuh di Masjid Al-Muttaqin Melak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:46

Agus Fransisco Pimpin DPC LPADKT Kutai Barat, Fokus Perjuangkan Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:31

DPUPR Kutai Barat Luruskan Isu Anggaran Pembangunan Sarana Polres: Bukan Uang Tunai, Melainkan Aset Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:33

Perkara Warga Kampung Penawang Berlanjut, Kuasa Hukum Soroti Upaya Damai dan Hak Masyarakat Adat

Minggu, 27 September 2026 - 02:01

Tak Terbukti Sengaja Kuasai Senjata Api Rakitan, Tim Advokat: Terimakasih Majelis Hakim, Jonli Divonis Bebas Pengadilan Negeri Kutai Barat

Berita Terbaru

⚠️ Lisensi Nomina Theme tidak aktif.