Kutai Barat Tribunone.com – Belum genap satu tahun rampung dibangun, proyek pembangunan jalan semenisasi Long Iram-Sukomulyo-Long Daliq, Kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat (Kubar), sudah rusak parah.
Kini, proyek yang bersumber dari APBD Kubar TA 2025 melalui Dinas PUPR yang menelan anggaran sekitar Rp4,9 miliar itu menjadi keluhan warga.
Pasalnya, permukaan beton di sejumlah titik mulai terkelupas. Lubang di badan jalan berpariasi, dengan kedalaman mencapai sekitar 1 hingga 2 centimeter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permukaan beton yang terkelupas diperkirakan di sekitar 40 persen ruas jalan. Kondisi itu menuai kekecewaan yang mendalam bagi warga maupun pengguna jalan.
Jalan semenisasi yang seharusnya mulus dan nyaman dilintasi, namun justru membuat kendaraan berguncang saat melintas.
Korlius, warga Long Iram mengatakan, proyek tersebut rampung dikerjakan akhir Desember 2025. Namun, baru beberapa bulan digunakan, permukaan jalan semenisasi mulai rusak dan beton terkelupas.
“Jalan ini baru sekitar enam atau tujuh bulan rampung dikerjakan. Tapi kondisinya sangat memprihatikan, kami sangat kecewa, baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah rusak,” ujar Korlius di Long Iram, Rabu 22 Juli 2026.

Menurutnya, jalan yang menelan anggaran miliaran itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Kurangnya pengawasan dari dinas terkait mengakibatkan mutu proyek tidak maksimal.
“Kami hanya bisa menduga proyek dikerjakan asal jadi. Jalan ini sangat jarang dilintasi muatan berat, tapi kok bisa rusak. Sebenarnya sangat kecewa dengan mutu pekerjaan ini,” ungkapnya.
Faidil, salah seorang pengendara, turut menyayangkan kerusakan jalan yang baru dibangun itu. Ia pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut proyek tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Kami meminta APH melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini, supaya penyebab kerusakan dapat diketahui secara jelas. Jika ditemukan pelanggaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.
Redaksi











