Gubernur NTT Dorong Bambu Jadi Pilar Ekonomi Restoratif di Labuan Bajo

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, TRIBUNONE.COM–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong pengembangan bambu sebagai pilar ekonomi restoratif di provinsi ini. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri High Level Round Table Belajar Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo, Selasa (28/10/2025) siang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronika Tan; Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar; Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Catur Prasetyani; Ketua Umum AKAPSI sekaligus Bupati Luhut, Bursah Zarnubi; serta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Selain itu, hadir pula jajaran kepala daerah dan pejabat terkait dari NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Monica, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih atas kehadiran Ibu Wamen PPPA, Ibu Wamen Ekonomi Kreatif, Dirjen, para Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah yang hadir di tempat ini. Kita berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat produksi bambu di NTT dengan melibatkan semua pihak,” kata Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan bambu secara serius dan kolaboratif dapat mendorong ekonomi restoratif di NTT. Menurutnya, pengembangan bambu dapat menciptakan rantai nilai yang menyerap tenaga kerja lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung pengurangan kemiskinan di wilayah ini.

Baca Juga:  Sorotan Publik di Media Sosial, Proyek Irigasi Luwu Utara Tetap Jalan Sesuai Aturan

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) merupakan organisasi yang membangun ekonomi restoratif berbasis desa melalui pendekatan agroekologi bambu. Salah satu inisiatif unggulannya adalah Sistem Hutan Bambu Lestari (HBL), yang menerapkan panen tebang pilih untuk menjaga keberlanjutan rumpun bambu sekaligus mendukung industri bambu berkelanjutan.

YBLL juga mengembangkan produk bambu laminasi bernilai tambah melalui Rumah Produksi Bersama Mosedia yang dikelola BambuCoop. Program ini melibatkan petani, pengrajin, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah. Tujuan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam ASTACITA (Arah, Strategi, dan Kebijakan Pembangunan Indonesia).

Forum lintas sektor ini mempertemukan pemimpin pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi pembangunan, dan komunitas lokal untuk menggali potensi ekonomi restoratif berbasis bambu di NTT.

Selain gubernur dan pejabat pusat, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla; Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi; Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas; Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani; Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Dwi Yono; serta sejumlah pimpinan perusahaan swasta dari dalam dan luar negeri.

Gubernur Emanuel Melki Laka Lena menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memperkuat produksi bambu dan mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat NTT.

“Bambu dapat menjadi salah satu sumber ekonomi yang berkelanjutan. Kuncinya adalah pengelolaan yang tepat dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gubernur.

Facebook Comments Box

Penulis : Marlensiana

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Baru Hitungan Bulan, Proyek Jalan Semenisasi Rp4,9 Miliar di Long Iram Kubar Rusak Parah
Bencana di Depan Mata: Hukum Lumpuh. Mafia Tambang Emas Merajarela di Mahakam Ulu
Mencekik Infrastruktur, Truk Fuso Pengangkut Kayu Log “Menjarah” Jalan Nasional Kutai Barat APH Diminta Tangkap Pelaku Diduga Ilegal
Jelang Kehadiran UAS di Kutai Barat, Panitia Pastikan Tabligh Akbar Berlangsung Aman dan Kondusif
Pemanenan Sawit Tanpa Izin Tetap Bisa Dipidana Meski di Luar HGU Perusahaan
Budi Permanto Ditangkap Senin oleh Kejari Kubar, Sehari Kemudian Bebas dari Lapas Tenggarong Usai Bayar Denda Konversi Pidana
Siswa SMP Integral Hidayatullah Melak Raih Prestasi Tahfiz hingga 13 Juz dan Akademik Terbaik
DPC PWRI Soroti Absennya Zebra Cross di Depan Mako Polres Kubar, Johan: Itu Hak Dasar Pejalan Kaki, Kapolres Harus Turun Tangan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00

Baru Hitungan Bulan, Proyek Jalan Semenisasi Rp4,9 Miliar di Long Iram Kubar Rusak Parah

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:46

Bencana di Depan Mata: Hukum Lumpuh. Mafia Tambang Emas Merajarela di Mahakam Ulu

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:11

Mencekik Infrastruktur, Truk Fuso Pengangkut Kayu Log “Menjarah” Jalan Nasional Kutai Barat APH Diminta Tangkap Pelaku Diduga Ilegal

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:11

Jelang Kehadiran UAS di Kutai Barat, Panitia Pastikan Tabligh Akbar Berlangsung Aman dan Kondusif

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:40

Pemanenan Sawit Tanpa Izin Tetap Bisa Dipidana Meski di Luar HGU Perusahaan

Berita Terbaru