Polda NTT Ungkap Dugaan Pencurian 9 Senjata Api, Pelaku Diduga Oknum Polisi

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, TRIBUNONE.COM–Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengungkap kasus dugaan pencurian sembilan pucuk senjata api (senpi) dari gudang penyimpanan senjata. Ironisnya, pelaku diduga merupakan oknum anggota Polri yang bertugas di lingkungan Polda NTT sendiri.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa senjata api itu diduga telah digelapkan secara bertahap sejak tahun 2017. Dari hasil penelusuran, sebagian senjata bahkan ditemukan berada di wilayah Bali.

“Total ada sembilan pucuk yang disalahgunakan atau digelapkan dari gudang senjata,” ujar Henry dalam keterangan tertulis, Senin (20/10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Henry belum menjelaskan secara rinci jenis senjata yang dicuri maupun identitas oknum anggota Polri yang diduga menjadi pelaku. Ia menegaskan, penyidik saat ini masih mendalami kasus tersebut secara menyeluruh untuk memastikan motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Pengungkapan kasus ini, kata Henry, bermula dari arahan langsung Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko. Kapolda memerintahkan jajarannya untuk melakukan analisis dan evaluasi (Anev) terhadap pengelolaan senjata api di seluruh satuan kerja dan satuan wilayah hukum Polda NTT pada awal Oktober lalu.

“Ini berawal dari arahan strategis Kapolda NTT melalui Petunjuk dan Arahan (Jukrah) terkait Analisis dan Evaluasi (Anev) pengelolaan senjata api, yang ditujukan kepada seluruh satker dan satwil di lingkungan Polda NTT,” jelas Henry.

Hasil pemeriksaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Logistik (Karolog) Kombes Pol Aldinan Manurung dan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda NTT, AKBP Muhammad Andra Wardhana. Dari pengecekan internal itu, ditemukan sembilan pucuk senjata api yang tidak tercatat dan diduga telah hilang dari gudang penyimpanan.

Menurut Henry, penyidik telah mengantongi sejumlah petunjuk dan tengah melakukan pemeriksaan terhadap personel yang memiliki akses ke gudang senjata tersebut. Polda NTT juga berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah lain, termasuk Polda Bali, untuk menelusuri keberadaan senjata yang telah berpindah tangan.

“Kami masih dalami dugaan keterlibatan oknum dan bagaimana senjata-senjata itu bisa keluar dari gudang. Proses penyidikan sedang berjalan, dan kami pastikan semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Henry menambahkan, kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota Polri di wilayah NTT agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam pengelolaan barang inventaris milik negara, khususnya senjata api yang memiliki risiko tinggi jika jatuh ke tangan yang tidak berwenang.

“Kapolda NTT sangat menekankan pentingnya akuntabilitas dan pengawasan melekat dalam setiap pengelolaan aset negara, terutama senjata api. Tidak boleh ada kelalaian, apalagi penyalahgunaan,” ujarnya.

Polda NTT kini juga tengah memperkuat sistem pengamanan dan administrasi penyimpanan senjata di seluruh jajaran, untuk mencegah kasus serupa terulang. Sementara itu, hasil penyelidikan lebih lanjut termasuk identitas pelaku akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.

“Yang jelas, ini menjadi atensi serius pimpinan. Kami tidak akan menutupi pelanggaran sekecil apa pun, apalagi jika menyangkut penyalahgunaan senjata api,” pungkas Henry.

Facebook Comments Box

Penulis : Marlensiana

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Kapolres Kubar Gelar Safari Subuh di Masjid Al-Muttaqin Melak
Agus Fransisco Pimpin DPC LPADKT Kutai Barat, Fokus Perjuangkan Bantuan Hukum bagi Masyarakat
DPUPR Kutai Barat Luruskan Isu Anggaran Pembangunan Sarana Polres: Bukan Uang Tunai, Melainkan Aset Daerah
Perkara Warga Kampung Penawang Berlanjut, Kuasa Hukum Soroti Upaya Damai dan Hak Masyarakat Adat
Tak Terbukti Sengaja Kuasai Senjata Api Rakitan, Tim Advokat: Terimakasih Majelis Hakim, Jonli Divonis Bebas Pengadilan Negeri Kutai Barat
Polres Kutai Barat dan Insan Pers Perkuat Sinergi, Kapolres Haris Kurniawan Dapat Ucapan HUT ke-41
Nando Kampung Muhur Lolos Kubar Combat Championship 2026, Siap Buktikan Mental Petarung di Arena Profesional
Dugaan Pencemaran CPO PT Kruing di Sungai Mahakam: Ikan Keramba Mati Mendadak DLH Tunggu Uji Lab Samarinda
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:52

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Kapolres Kubar Gelar Safari Subuh di Masjid Al-Muttaqin Melak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:46

Agus Fransisco Pimpin DPC LPADKT Kutai Barat, Fokus Perjuangkan Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:31

DPUPR Kutai Barat Luruskan Isu Anggaran Pembangunan Sarana Polres: Bukan Uang Tunai, Melainkan Aset Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:33

Perkara Warga Kampung Penawang Berlanjut, Kuasa Hukum Soroti Upaya Damai dan Hak Masyarakat Adat

Minggu, 27 September 2026 - 02:01

Tak Terbukti Sengaja Kuasai Senjata Api Rakitan, Tim Advokat: Terimakasih Majelis Hakim, Jonli Divonis Bebas Pengadilan Negeri Kutai Barat

Berita Terbaru

⚠️ Lisensi Nomina Theme tidak aktif.